Jerawat Kamu Ogah Minggat? Mungkin Ini Sebabnya!

Secara umum, penyebab masalah kulit wajah berjerawat adalah karena tersumbatnya pori-pori atau folikel rambut di permukaan kulit. Kelenjar sebaceous turut berperan dalam proses terbentuknya jerawat.

Kelenjar sebaceous sendiri merupakan kelenjar kecil yang ditemukan di dekat permukaan kulit. Kelenjar ini melekat pada folikel rambut yang merupakan lubang kecil di kulit tempat tumbuhnya rambut. Kelenjar ini bertugas melumasi rambut dan kulit agar tidak mengering. Caranya adalah dengan memproduksi zat berminyak yang disebut sebum.

Pada kasus jerawat, kelenjar sebaceous memproduksi sebum dalam jumlah yang terlalu banyak. Kelebihan sebum bercampur dengan sel kulit mati yang kemudian membentuk sumbatan di folikel rambut. Inilah awal mula atau penyebab kulit wajah berjerawat.

Penyebab Kulit Wajah Bisa Berjerawat

Setelah mengetahui bahwa penyebab utama jerawat adalah karena produksi sebum berlebih, kamu mungkin punya pertanyaan lain: bagaimana ini bisa terjadi? Ada beberapa penyebab kulit wajah berjerawat dan setiap orang mungkin memiliki faktor jerawat yang berbeda-beda. Simak penjelasan lengkapnya dalam uraian berikut ini!

Faktor Genetik

Jerawat ternyata bisa diturunkan dalam keluarga alias genetik. Jadi kalau salah satu dari orang tua kamu jerawatan, ada kemungkinan kamu juga akan mengalaminya.

Salah satu studi yang dilansir dari NHS menemukan bahwa jika kedua orang tuamu berjerawat, kamu mungkin akan mengalami jerawat yang lebih parah di usia muda (remaja hingga dewasa muda). Begitu juga jika salah satu dari kedua orang tuamu mengalami jerawat saat dewasa, kemungkinan kamu juga akan terkena jerawat dewasa. 

Perubahan Hormon

Selain faktor genetik, jerawat juga bisa disebabkan oleh perubahan atau fluktuasi hormon. Ada beberapa jenis hormon yang diketahui bisa memicu jerawat. Secara umum, androgen adalah hormon yang paling penting dari semua hormon yang meregulasi produksi sebum. Saat masa pubertas, androgen merangsang produksi sebum dan memicu pembentukan jerawat baik pada pria maupun wanita.

Pada wanita, fluktuasi hormon estrogen, progesteron dan testosterone bisa menyebabkan jerawat. Fluktuasi ini biasanya terjadi selama siklus menstruasi, kehamilan dan menopause. Selama masa peningkatan produksi hormon ini, tubuh akan memproduksi lebih banyak sebum yang akan memicu jerawat.

Pemakaian Produk Perawatan yang Tidak Cocok

Ketika kamu menggunakan sebuah produk skincare dan kulit jadi berjerawat, artinya kulit sedang bereaksi terhadap bahan aktif yang ada di dalamnya. Proses ini dinamakan dengan purging. Saat purging terjadi, sebenarnya kamu tidak perlu langsung mengganti produk skincare tersebut dengan yang lain. 

Masa penyesuaian saat menggunakan skincare baru adalah hal yang wajar. Ini bisa berlangsung dalam beberapa hari bahkan ada yang sampai 4 – 6 minggu. Kalau setelah beberapa waktu jerawat tak juga hilang, mungkin produk skincare tersebut memang tidak cocok untukmu.

Lalu, bagaimana dengan produk kosmetik atau makeup? Jerawat karena makeup bisa muncul ketika peralatan yang digunakan tidak bersih atau wajah tidak dibersihkan secara tuntas setelah menggunakan makeup. Karena itu, pastikan kulit wajahmu dibersihkan dengan baik setelah menggunakan makeup dan hindari menggunakan set makeup bergantian dengan orang lain.

Kalau wajah masih berjerawat juga dan kamu menduga penyebabnya adalah makeup, cobalah ganti brand makeup yang kamu pakai atau gunakan riasan secukupnya untuk mencegah jerawat jadi semakin parah.

Kebiasaan Merokok

Kamu mungkin pernah mendengar bahwa merokok bisa menyebabkan gangguan pernapasan. Tapi, tahukah kamu kalau kebiasaan merokok ternyata juga bisa menyebabkan beberapa jenis jerawat muncul di wajah? Jerawat yang dialami oleh perokok sering disebut sebagai “jerawat perokok”. Bagaimana ini bisa terjadi?

Bahan kimia yang terdapat dalam asap tembakau bisa merusak kulit seperti organ tubuh lainnya. Zat ini juga bisa mengubah komposisi dan kepadatan sebum. Inilah yang menyebabkan munculnya jerawat, blackheads (komedo hitam) dan whiteheads (jerawat putih). 

Pengaruh Diet atau Pola Makan

Dilansir dari situs resmi Universitas Harvard, diet atau pola makan ternyata berpengaruh pada jerawat, khususnya jerawat dewasa. Beberapa jenis makanan bisa menyebabkan inflamasi di dalam tubuh yang memicu jerawat. Selain itu, pola makan juga berpengaruh pada hormon yang pada gilirannya akan membuat jerawat yang kamu alami semakin memburuk.

Misalnya saja susu dan makanan dengan kandungan gula yang tinggi bisa menyebabkan peningkatan kadar insulin yang berpengaruh pada produksi hormon lain yang berdampak pada kulit. Beberapa penelitian juga mengaitkan adanya hubungan antara konsumsi susu dan makanan olahan susu serta protein whey dengan jerawat.

Kulit Wajah Tidak Dibersihkan Secara Rutin dan Benar

Seperti yang sudah disinggung di atas, jerawat muncul karena adanya tumpukan kotoran, sel kulit mati serta sebum yang menyumbat folikel rambut. Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai hal. Salah satunya adalah ketika kamu tidak membersihkan wajah secara rutin dan benar.

Kamu disarankan untuk membersihkan wajah menggunakan sabun pencuci muka (yang sesuai dengan kulitmu) sebanyak dua kali dalam sehari. Pada pagi hari setelah bangun tidur dan di malam hari setelah kamu selesai dengan semua aktivitas di luar rumah. Membersihkan wajah akan menyingkirkan sisa-sisa kotoran polusi dan makeup sehingga tidak menyumbat pori-pori.

Selain cleansing, kamu juga perlu melakukan eksfoliasi. Eksfoliasi bertujuan untuk menyingkirkan sel-sel kulit mati yang ada di permukaan kulit. Pasalnya, pencuci wajah biasa tidak bisa membersihkannya dengan optimal. Jika kotoran dan sel-sel kulit mati disingkirkan, risiko jerawat juga akan hilang. Lakukan eksfoliasi 2 sampai 3 kali dalam sepekan untuk hasil yang optimal.

Satu hal yang perlu kamu perhatikan saat membersihkan wajah: hindari mencuci wajah terlalu sering. Dalam waktu singkat, mencuci wajah memang bisa menghilangkan minyak. Tapi kalau dilakukan terlalu sering, kulit wajah akan kehilangan terlalu banyak minyak dan jadi kering. Dalam situasi seperti ini, kelenjar sebaceous akan dirangsang untuk memproduksi lebih banyak minyak lagi yang pada akhirnya akan memperparah jerawat.

Pemakaian Produk Hairstyling 

Jika jerawat yang kamu alami muncul di bagian kening atau garis rambut, bisa jadi penyebabnya adalah produk hairstyling yang kamu gunakan. Kalau sebelumnya kamu tidak pernah mengalami jerawat parah, sampo, conditioner atau produk hairstyling-mu mungkin jadi penyebabnya.

Menurut American Academy of Dermatology Association, ketika produk perawatan rambut yang kamu gunakan mengandung minyak, minyak tersebut bisa mencapai kulit. Jika ini terjadi, minyak bisa menyumbat pori-pori dan pori-pori yang tersumbat bisa menyebabkan jerawat.

Ketika produk perawatan menjadi penyebab kulit wajah berjerawat, kemungkinan besar kamu akan mengalami komedo putih atau benjolan kecil berwarna daging yang disebut papula. Ini bisa muncul di sepanjang garis rambut, dahi atau bagian belakang lehermu.

Lalu, bagaimana cara menghilangkan jerawat yang terus bermunculan? Pertama, tentu dengan mencari tahu apa penyebabnya. Kalau jerawatmu disebabkan oleh faktor hormonal, pastikan kamu menjaga dan merawat kebersihan kulit wajah agar jerawat tak semakin parah. Tapi kalau penyebabnya adalah karena salah memilih skincare, kamu bisa mencoba mengganti produk skincare yang sesuai dengan kondisi kulitmu.

Jangan lupa juga untuk istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan bernutrisi, banyak minum air, olahraga secara rutin dan kelola stres dengan baik.

Memilih produk perawatan rambut dan wajah yang sesuai adalah kunci yang tidak kalah penting dalam merawat wajah berjerawat. Kamu bisa merancang produk skincare dan kosmetik sendiri untuk dipasarkan lewat PT. Neo Kosmetika Industri. 

Sebagai penyedia jasa maklon kosmetik dan skincare, PT. Neo Kosmetika Industri siap membantu kamu membuat formula, mendesain produk hingga memproduksi skincare-mu sendiri. Cek informasi lengkapnya disini.

Share this post:
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Telegram