Blog

Boleh Nggak Sih, Kita Sering Gonta-Ganti Skincare?

by in Seputar Kecantikan 6 November 2022

Produk skincare yang semakin beragam sering membuat kita tergoda untuk mencoba semuanya. Pertanyaannya, apakah boleh gonta-ganti skincare demi mencoba berbagai merek?

Sebelum Anda menjajal berbagai merek skincare karena penasaran, baca dulu panduan ini agar kulit tidak terkena dampaknya.

Dampak Sering Gonta-Ganti Produk Skincare

Gambar seorang wanita sedang menggunakan produk skincare di area wajahnya

Sering mengganti produk skincare sebenarnya tidak disarankan! Ada beberapa sebab mengapa gonta-ganti skincare sebaiknya dihindari. Contohnya adalah:

1. Mengurangi Efek Perawatan Kulit

Produk skincare biasanya baru menunjukkan hasil setelah sekitar delapan hingga 10 minggu (dengan pemakain teratur). Hal ini karena nutrisi skincare harus meresap ke balik kulit dan bekerja secara perlahan. Terlalu sering mengganti produk akan mengurangi efek perawatan pada kulit Anda.

2. Kulit Menjadi Kebal Terhadap Efek Perawatan

Kulit membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kandungan produk perawatan. Mengganti produk skincare terlalu sering menuntut kulit untuk terus beradaptasi. Akibatnya, kulit menjadi kebal terhadap efek perawatan!

3. Risiko Alergi

Terlalu sering mengganti skincare bisa memicu gejala alergi, terutama bagi pemilik kulit sensitif. Alergi juga bisa terjadi ketika kulit mendadak harus beradaptasi dengan formula tertentu yang berbeda dari produk sebelumnya. Gejala alergi tersebut bisa berupa kulit kemerahan, ruam-ruam, rasa gatal, dan sebagainya.

Pertanyaannya: bagaimana jika produk skincare kegemaran Anda tidak tersedia? Benarkah Anda sama sekali tidak bisa mencoba produk baru? Apakah boleh gonta-ganti skincare jika memang Anda membutuhkannya? 

Kenali Tips Aman Mengganti Produk Skincare

Gambar seorang wanita sedang menggunakan produk skincare di area wajahnya

Mengganti skincare sebenarnya bukan hal terlarang. Anda bisa mengganti produk karena beberapa alasan, mulai dari penghematan, ketersediaan produk, hingga memang ingin mencoba produk baru. Akan tetapi, pastikan Anda mengikuti langkah-langkah aman mengganti produk agar kondisi kulit terjaga dan skincare tetap berkhasiat.

Berikut tips mengganti produk perawatan Anda:

1. Beri Jeda sebelum Mengganti Produk Skincare

Hindari mengganti skincare dalam jeda waktu terlalu singkat sejak penggunaan produk terakhir. Pastikan Anda menggunakan suatu produk selama paling tidak delapan minggu. Selain memberi kulit waktu beradaptasi, delapan minggu juga waktu yang cukup untuk melihat efek skincare sebelum Anda memutuskan menggantinya.

2. Gunakan Produk Retinol Selama Mungkin

Perhatikan bahan aktif dalam skincare yang Anda gunakan saat ini. Jika mengandung retinol, gunakan produknya selama sekitar enam bulan hingga satu tahun. Retinol membutuhkan waktu cukup lama untuk menunjukkan efek pada kulit. Selain memberi kulit waktu beradaptasi, Anda juga punya waktu untuk mengecek keampuhan produk sebelum memutuskan menggantinya.

Baca juga: Guys, 13 Bahan Kosmetik Ini Ternyata Aman di Kulit, Lho!

3. Lakukan Penggantian Produk Skincare Secara Bertahap

Sebelum memutuskan mengganti skincare, lakukan proses pengurangan pemakaian produk secara bertahap. Hal ini untuk membantu kulit beradaptasi dengan produk yang akan Anda gunakan berikutnya. Caranya, setelah minimal delapan minggu pemakaian teratur, kurangi frekuensi pemakaian produk yang lama, misalnya jadi tiga kali seminggu. Lakukan selama dua minggu sebelum menguranginya jadi dua hingga sekali seminggu, sebelum mengganti produk seterusnya.

4. Jangan Langsung Menggunakan Semua Produk Skincare

Jika Anda kurang yakin dengan merek yang baru, hindari mengganti semua produk skincare sekaligus. Anda bisa mulai dengan produk yang sering dipakai, misalnya sabun wajah dan krim pelembab. Beli ukuran kecil, lalu lihat efeknya di kulit setelah sekitar delapan minggu. Jika memuaskan, Anda bisa menambah varian produk merek yang baru.

5. Tes Produk Baru untuk Reaksi Alergi

Apakah Anda punya kulit sensitif? Kurang yakin dengan dampak produk baru? Coba gunakan skincare tersebut di bagian dalam siku atau lengan, lalu diamkan selama 24 jam. Jika ada reaksi kemerahan, gatal, ruam, atau gejala lainnya, hentikan pemakaian.

Cara Mengganti Produk Skincare Baru yang Tepat

Idealnya, ketika mengganti skincare, Anda harus memilih produk yang kandungan dan fungsinya serupa dengan merek sebelumnya. Hal ini membantu kulit untuk beradaptasi lebih cepat dan tidak terlalu “kaget” dengan produk baru. Akan tetapi, bagaimana jika Anda harus mengganti produk dengan yang benar-benar berbeda?

Pastikan tidak terpengaruh tren atau iklan bombastis! Tentukan kebutuhan dan kondisi kulit agar bisa memilih produk yang tepat. Misalnya, kulit kering biasanya membutuhkan produk yang mengandung asam laktat, shea butter, gliserin, ceramide, dan vitamin E. Cocok untuk melembabkan kulit serta mengurangi gejala kering dan gatal di sekitar bibir, pipi, serta area sensitif lainnya.

Jika kulit Anda berminyak, pilih skincare yang melembapkan tanpa membuat kulit terasa semakin “berat”. Contohnya adalah produk yang mengandung retinol, niacinamide, asam hialuronat, asam salisilat, active clay, dan benzoil peroksida.

Untuk kulit sensitif, cobalah produk yang mengandung asam hialuronat, gliserin, dan ceramide. Akan tetapi, pastikan produk tersebut juga mengandung sesedikit mungkin produk tambahan, misalnya parfum. Jika tidak yakin, kunjungi dokter kulit sebelum memutuskan mengganti skincare, dan bawalah beberapa informasi produk incaran Anda sebagai contoh.

Jadi, apakah boleh gonta-ganti skincare? Jawabannya: ya, tetapi pastikan menetralkan kondisi kulit dan tidak mengganti produk terlalu cepat. Buat kulit Anda berada dalam kondisi netral dan pilih skincare yang tepat sebelum memutuskan mengaplikasikan produk tersebut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *