7 Kandungan Skincare untuk Bruntusan di Wajah, Ampuh!

Pernahkah Anda merasa wajah sudah bersih dari jerawat batu, tapi saat diraba terasa kasar dan bergerinjil seperti kulit jeruk? Kondisi inilah yang disebut dengan bruntusan. Meskipun ukurannya kecil, bruntusan sangat mengganggu penampilan karena membuat tekstur kulit tidak rata dan hasil makeup menjadi tidak mulus (cakey).

Bagi konsumen Indonesia yang tinggal di iklim tropis, masalah bruntusan adalah “musuh bebuyutan”. Keringat, minyak berlebih, dan polusi adalah pemicu utamanya.

Sebagai pemilik brand kosmetik, memahami solusi untuk masalah ini adalah peluang bisnis yang cerdas. Produk yang mampu menghaluskan tekstur wajah selalu memiliki permintaan pasar yang tinggi. Agar produk Anda efektif, pastikan Anda memasukkan kandungan skincare untuk bruntusan berikut ini!

Kandungan Skincare Untuk Bruntusan

Berikut adalah 7 bahan aktif yang terbukti secara ilmiah mampu membersihkan pori-pori tersumbat dan meredakan tekstur kasar pada wajah:

1. Salicylic Acid (BHA)

Ini adalah “senjata utama” untuk melawan bruntusan. Berbeda dengan eksfoliator lain, Salicylic Acid larut dalam minyak, sehingga ia bisa menembus jauh ke dalam pori-pori dan meluruhkan kotoran serta minyak yang menyumbat (penyebab utama bruntusan). Bahan ini sangat wajib ada dalam produk toner eksfoliasi atau serum khusus kulit berminyak.

2. Niacinamide

Selain mencerahkan, Vitamin B3 ini memiliki kemampuan mengontrol produksi sebum (minyak wajah). Karena bruntusan sering muncul akibat minyak berlebih yang terperangkap, Niacinamide membantu mencegah pembentukannya dari awal. Selain itu, sifat anti-inflamasinya membantu meredakan kemerahan pada bruntusan yang meradang.

Baca juga: 5 Bahan Skincare untuk Mencerahkan Wajah Secara Alami

3. Centella Asiatica (Cica)

Terkadang, bruntusan muncul bukan karena kotoran, melainkan reaksi iritasi atau skin barrier yang rusak. Centella Asiatica bekerja dengan cara menenangkan kulit yang “marah” dan memperkuat pertahanan kulit. Ini adalah bahan favorit untuk konsumen dengan kulit sensitif yang mudah bruntusan karena faktor lingkungan.

4. Retinol

Turunan Vitamin A ini bekerja dengan cara mempercepat pergantian sel kulit (cell turnover). Dengan pergantian sel yang cepat, sel kulit mati tidak sempat menumpuk dan menyumbat pori-pori. Hasilnya, tekstur kulit menjadi jauh lebih halus dan rata. Namun, pastikan formulasinya seimbang agar tidak mengiritasi pemula.

5. Tea Tree Oil

Jika bruntusan disebabkan oleh bakteri atau jamur ringan, minyak pohon teh ini adalah solusinya. Tea Tree Oil memiliki sifat antiseptik dan antimikroba alami yang kuat. Bahan ini sangat populer digunakan dalam produk pencuci muka (face wash) atau obat totol (spot treatment).

6. AHA (Glycolic Acid / Lactic Acid)

Jika BHA bekerja di dalam pori, AHA bekerja di permukaan kulit. Asam ini berfungsi mengikis lapisan sel kulit mati yang kasar di permukaan wajah. Penggunaan rutin AHA akan membuat kulit terasa lebih halus saat disentuh dan bruntusan perlahan menghilang.

7. Ceramide

Jangan lupakan kelembapan. Penggunaan eksfoliator (AHA/BHA/Retinol) bisa membuat kulit kering. Ceramide berfungsi sebagai “lem” yang menyatukan sel kulit dan menjaga kelembapan agar tidak menguap. Kulit yang terhidrasi dengan baik akan lebih kenyal dan tidak mudah mengalami bruntusan akibat iritasi kekeringan.

Formulasi Adalah Kunci

Memiliki bahan-bahan di atas saja tidak cukup. Tantangannya adalah meracik persentase yang tepat. Terlalu rendah tidak akan ngefek, terlalu tinggi malah bikin iritasi parah. Konsumen bruntusan biasanya memiliki kulit yang reaktif, sehingga keseimbangan formula sangat krusial.

Ingin menciptakan serum atau toner anti-bruntusan yang ampuh namun tetap lembut di kulit? Serahkan pada ahlinya.

Tim R&D Neo Kosmetika Industri siap membantu Anda mengembangkan formula skincare dengan takaran bahan aktif yang teruji klinis. Kami memastikan produk Anda benar-benar memberikan solusi nyata bagi masalah kulit konsumen.

Hubungi kami sekarang dan diskusikan produk impian Anda bersama konsultan kami!

Share this post:
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Telegram