Syereem! Ini Dia 6 Ciri Wajah Tidak Cocok dengan Skincare

Sedang mencari tahu apa ciri ciri wajah tidak cocok dengan skincare? Mungkin Anda perlu melakukan uji coba untuk mengetahui apakah produk skincare pilihan cocok untuk kulit atau tidak. Selain membutuhkan waktu yang tidak sedikit, Anda mungkin juga perlu ‘modal’ ketika ingin mencari produk skincare yang tepat untuk kulit.

Kabar baiknya, kulit wajah biasanya akan memberikan sinyal khusus bahwa kandungan skincare yang dicoba tidak cocok. Ingin tahu seperti apa ciri ciri wajah tidak cocok dengan skincare? Pelajari di artikel berikut, yuk!

Alasan Kulit Wajah Tidak Cocok dengan Skincare

Sebenarnya, mengapa sih kulit wajah tidak cocok dengan skincare yang digunakan? Alasannya cukup simpel, yaitu karena kandungan bahan aktif yang ada di dalam produk skincare tersebut bisa menimbulkan alergi atau iritasi di kulit Anda.

Pada akhirnya, iritasi dan alergi yang kamu alami bisa bermanifestasi menjadi berbagai tanda yang bisa Anda rasakan dan lihat secara langsung. Beberapa di antaranya seperti munculnya kemerahan, munculnya breakout jerawat/bruntusan, timbulnya rasa panas, atau bahkan kulit Anda berubah menjadi lebih berminyak/kering dibanding sebelumnya.

Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Mengetahui Ketidakcocokan Skincare

Setiap orang memiliki reaksi ketidakcocokan yang berbeda-beda ketika menggunakan sebuah produk skincare. Ada reaksi ketidakcocokan yang munculnya segera setelah penggunaan skincare, ada juga reaksi yang baru terlihat setelah beberapa minggu penggunaan.

Lantas, tanda ketidakcocokan apa saja yang bisa menjadi bukti bahwa sebuah produk skincare tidak cocok untuk kulit Anda? Anda bisa mempelajari beberapa tanda-tandanya di penjelasan berikut.  

Ciri-Ciri Wajah Tidak Cocok dengan Skincare

Berikut ini adalah beberapa tanda yang bisa menjadi bukti bahwa skincare yang Anda gunakan tidak cocok. Kira-kira, adakah yang pernah Anda alami?

Muncul Warna Kemerahan

Sebagaimana telah disebutkan, ketidakcocokan skincare dengan kulit wajah sering kali disebabkan karena kandungan bahan aktif menimbulkan iritasi atau alergi. 

Tak heran, munculnya ruam/warna kemerahan pada wajah setelah pakai skincare bisa menjadi sebuah pertanda bahwa Anda tidak cocok dengan kandungan skincare tersebut. 

Kandungan-kandungan apa saja yang bisa mengakibatkan munculnya kemerahan pada wajah? Sebenarnya, semua kategori produk (cleanser, moisturizer, eksfoliator, dsb.) dan semua kandungan skincare berpotensi mengakibatkan kemerahan pada wajah. Maka dari itu, pastikan untuk berhati-hati dalam memilih produk skincare agar kondisi kulit seperti ini bisa dicegah.

Muncul Rasa Panas Seperti Terbakar

Sama seperti kemerahan pada wajah, munculnya rasa panas seperti terbakar juga menjadi salah satu tanda bahwa skincare yang Anda gunakan tidak cocok di wajah. 

Apa alasannya? Munculnya rasa terbakar ini biasanya disebabkan karena kandungan bahan aktif mengiritasi kulit sehingga reaksi inflamasi pun timbul. Tak jarang, gejala ini muncul bersamaan dengan timbulnya kemerahan pada wajah. Pasalnya, kedua kondisi ini sama-sama disebabkan karena adanya iritasi pada wajah.

Kulit Wajah Menjadi Berjerawat dan Beruntusan

Selain muncul warna kemerahan dan sensasi panas pada kulit, munculnya bruntusan atau jerawat bisa menjadi hal yang menandakan ketidakcocokan suatu produk skincare

Munculnya jerawat/bruntusan memang tak jarang dianggap sebagai tanda adanya adaptasi kulit terhadap skincare. Akan tetapi, jika setelah penggunaan terus-menerus jerawat justru semakin banyak, akan lebih baik jika Anda hentikan pemakaian skincare tersebut. Lalu, lakukan pengamatan. Apakah jerawat/bruntusan justru menghilang setelah penggunaan skincare terkait dihentikan?

Nah, kalau setelah berhenti jerawat dan beruntusan hilang, ini adalah pertanda untuk menghentikan sepenuhnya penggunaan skincare tersebut. Setelah menghentikan pemakaian, jangan lupa untuk mengobati jerawat yang timbul dengan menggunakan produk anti-jerawat yang tepat sesuai dengan jenis kulit Anda. 

Kulit Wajah Menjadi Berminyak/Kering

Produk skincare yang diformulasikan untuk kulit wajah berminyak pada umumnya diformulasikan untuk mengurangi minyak di wajah. Di sisi lain, skincare untuk kulit kering diformulasikan agar kulit wajah lebih lembab.

Ternyata, skincare yang tidak cocok dengan kulit Anda bisa membuat kulit wajah jadi lebih berminyak atau malah lebih kering, lho! 

Nah, jika Anda mengalami ketidakcocokan dengan bahan aktif pada skincare, bahan aktif tersebut bisa menyebabkan kulit wajah jadi ‘over’ berminyak atau sebaliknya, ‘over’ kering.

Jika wajah Anda jadi lebih berminyak, ini disebabkan karena konsentrasi zat pengurang minyak wajah yang berdampak terlalu kuat. Karena jumlah minyak wajah jadi lebih sedikit, hal ini justru memicu kulit wajah memproduksi minyak lebih banyak lagi daripada biasanya.

Di sisi lain, skincare yang bisa mengakibatkan kulit kering biasanya mengandung pH yang terlalu asam ataupun basa. Ini bisa mengakibatkan kulit menjadi sangat kering bahkan diiringi tanda-tanda lain seperti bersisik, kulit mengelupas, serta kulit wajah terasa gatal.

Beberapa jenis bahan yang bisa mengakibatkan kulit kering adalah sebagai berikut:

  • Alkohol
  • Paraben
  • Sodium lauryl sulfate (SLS)
  • Diethanolamine (DEA), triethanolamine (TEA), dan monoethanolamine (MEA)
  • Pewangi serta pewarna sintetis.

Fotosensitif

Apa yang dimaksud dengan fotosensitif? Fotosensitif adalah sebuah kondisi ketika kulit Anda merespons berlebihan ketika terekspos sinar matahari. 

Gejala yang bisa Anda rasakan adalah adanya rasa panas (terbakar) pada kulit wajah, kulit wajah memerah, rasa gatal, bahkan hingga kulit wajah mengelupas. Pada kondisi yang parah, fotosensitivitas juga bisa mengakibatkan kulit wajah melepuh.

Biasanya, kandungan bahan aktif yang bisa meningkatkan risiko terjadinya fotosensitif adalah retinol, glycolic acid, serta benzoyl peroxide. Skincare yang hadir dengan fungsi brightening juga bisa mengakibatkan fotosensitivitas terutama jika kandungan bahan aktifnya adalah vitamin C. 

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, sangat disarankan untuk menghentikan penggunaan skincare tersebut. Jika gejalanya sudah sangat mengganggu bahkan bertahan lama setelah penghentian pemakaian, konsultasikan keadaan Anda dengan dokter spesialis kulit untuk penanganan lebih lanjut.

Muncul Rasa Gatal

Ketidakcocokan dengan skincare juga bisa mengakibatkan kulit wajah jadi terasa gatal. Rasa gatal yang muncul ini juga merupakan tanda yang muncul karena adanya iritasi pada kulit wajah. Tidak hanya pada satu spot saja, rasa gatal yang Anda rasakan bisa menyeluruh hingga ke seluruh bagian wajah. 

Solusi yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hal ini tentunya adalah dengan menghentikan penggunaan produk skincare tersebut. Jika gejala ini terjadi langsung setelah pengaplikasian skincare, Anda bisa langsung membilas wajah dengan air. Mengompres wajah dengan kompres dingin juga bisa membantu mengurangi rasa gatal pada kondisi ini.

Nah, itulah beberapa ciri ciri wajah tidak cocok dengan skincare. Dari berbagai tanda di atas, apakah ada yang pernah Anda alami sebelumnya?

Jika Anda berminat untuk mengembangkan produk kosmetik dan skincare dengan brand pribadi, mengetahui berbagai tanda ketidakcocokan skincare bisa membantu untuk mengembangkan produk kosmetik dan skincare dengan lebih baik. Pasalnya, Anda bisa menggunakan bahan-bahan yang minim potensi iritasinya sehingga risiko muncul tanda-tanda ketidakcocokan skincare bisa ditekan.

Bagi Anda yang masih awam dengan proses formulasi dan produksi kosmetik/skincare, kami di Neo Kosmetika Industri siap membantu Anda. Tim kami tidak hanya akan membantu proses formulasi produk dan produksi kosmetik/skincare semata. Pengurusan sertifikasi hingga packaging produk pun bisa Anda percayakan kepada kami. 

Share this post:
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Telegram