Cara Ampuh Usir Panu Mengganggu, Bikin Lebih Percaya Diri!

Panu mungkin bukan penyakit mematikan, tetapi memiliki panu membuat kepercayaan diri runtuh. Panu menyebabkan munculnya penyebab bercak-bercak putih di berbagai bagian tubuh dan bahkan menyebabkan rasa gatal. Mengetahui cara menghilangkan panu sangat penting agar penderita kembali percaya diri.

Panu bisa mengganggu penampilan dan membuat malu, apalagi penderita panu sering terkena stigma sosial. Jika kamu bermasalah dengan panu, atau punya keluarga dan teman yang menderita gangguan tersebut, gunakan panduan ini untuk mengatasinya.

Penyebab Munculnya Panu

Panu adalah gangguan infeksi kulit yang disebabkan jamur Tinea versicolor. Penderita panu biasanya mengalami bercak-bercak di area seperti punggung, bahu, leher, dada, bahkan wajah. Panu bisa menyebar jika kulit terus menjadi habitat ideal bagi jamur tersebut.

Warna bercak panu biasanya putih pucat, walau ada juga yang warna panunya justru menghitam. Area di atas dan sekitar panu biasanya juga cenderung mengering, gatal, dan terasa bersisik ketika dipegang. Untungnya, panu tidak menular atau membahayakan, walau tentu saja sangat mengganggu percaya diri.

Penyebab pasti tumbuhnya jamur penyebab panu di kulit masih sulit dipastikan. Akan tetapi, ada beberapa faktor risiko yang membuat panu mudah muncul. Contohnya adalah keringat dan minyak yang dihasilkan kulit, udara lembab, daya tahan tubuh yang menurun, hingga riwayat panu dalam keluarga.

Cara Menghilangkan Panu

Panu sebenarnya tidak menular dan bahkan bisa berkurang sendiri dalam beberapa kasus. Akan tetapi, jika kasusnya parah atau panunya tidak kunjung hilang, dokter akan meresepkan obat antifungal sebagai cara menghilangkan panu.

Obat antifungal ini berguna membunuh jamur sehingga gejala panu akan berkurang. Beberapa jenis obat panu yang umum diresepkan dokter misalnya adalah:

  • Ketoconazole

Ketoconazole adalah obat antifungal serba guna yang biasanya diresepkan untuk panu, kutu air, dan kurap. Tergantung kebutuhannya, dokter biasanya meresepkan obat ini dalam bentuk krim kulit, tablet, atau sampo.

  • Clotrimazole

Clotrimazole adalah obat kulit yang bekerja dengan cara menghancurkan membran jamur. Akibatnya, jamur tidak bisa menyebar sehingga gejala panu berkurang. Clotrimazole termasuk obat keras sehingga harus diperoleh dengan resep dokter. Wanita hamil juga dilarang menggunakan obat oles ini.

  • Fluconazole

Cara menghilangkan panu tidak hanya dilakukan dari luar, tetapi juga dari dalam. Penderita panu yang gejalanya cukup parah mungkin juga akan mendapat obat yang harus ditelan seperti fluconazole. Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk tablet, dan kandungannya menghambat pembentukan dinding sel jamur.

Jika kamu diberi resep fluconazole, pastikan menghabiskannya walaupun panunya sudah tidak terlihat. Hal ini untuk mencegah panu kembali karena masih ada jaringan sel jamur yang belum mati. Akan tetapi, karena ini obat keras, ibu hamil dan menyusui tidak boleh mengkonsumsinya.

  • Selenium Sulfida

Selenium sulfida umumnya hadir di produk rambut untuk mengurangi ketombe. Akan tetapi, ada juga obat oles selenium sulfida yang dibuat untuk penyakit kulit. Akan tetapi, krim ini bisa membuat kulitmu kering sehingga mungkin kurang cocok untuk pemilik kulit sensitif.

  • Ciclopirox

Ciclopirox adalah obat oles yang biasanya digunakan untuk mengatasi jamur kuku, tetapi bisa juga dijadikan obat panu. Krim ini biasanya diresepkan untuk panu di kulit tangan. Karena efek sampingnya termasuk kulit memerah dan rasa agak nyeri, ciclopirox hanya boleh digunakan dengan resep dokter.

Biasanya, ketika kamu mulai menggunakan obat panu, bercak-bercaknya akan berubah warna perlahan-lahan. Dalam hitungan minggu, warna kulit akan mulai merata dan efek kering serta rasa gatal menghilang. Pastikan kamu menggunakan obat sesuai resep dan instruksi dokter untuk mencegah jamur kembali.

Tips Agar Panu Tidak Muncul

Selain cara menghilangkan panu, kamu harus menerapkan beberapa rutinitas agar panu tidak mudah muncul atau kembali. Inilah beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengurangi risiko panu:

Rutin Menjaga Kebersihan dan Kesehatan Kulit

Jamur mudah tumbuh di kulit yang sering kotor atau kena keringat. Pastikan kamu rajin mandi menggunakan sabun yang cocok untuk kulitmu. Jangan lupa bersihkan setiap bagian tubuh dengan seksama. Jika perlu, gunakan spons bertangkai agar kamu bisa menjangkau daerah punggung saat memakai sabun.

Baca juga: Ga Cuma Skincare-an, Ini Cara Menjaga Kebersihan Kulit Wajah

Menjaga Kulit Tidak Terlalu Lembab

Jamur panu menyukai area kulit lembab. Pastikan kamu menghanduki diri hingga kering setelah mandi, dan hindari menggunakan baju lembab. Jangan ragu berganti baju jika hawanya sedang panas sampai kamu mandi keringat. Gunakan baju dengan bahan yang membantu sirkulasi kulitmu.

Menjaga Daya Tahan Tubuh

Karena salah satu faktor risiko panu adalah daya tahan tubuh yang rendah, pastikan kamu menjaga tubuh tetap sehat. Istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi. Jangan lupa berolahraga secara rutin dan tidur minimal enam jam semalam. 

Pilih Produk Perawatan Kulit yang Tidak Menyumbat Pori

Jika kamu menggunakan produk skincare, sebisa mungkin pilih yang bersifat komedogenik atau tidak berbasis minyak. Hal ini mengurangi risiko penyumbatan pori dan terciptanya area yang ideal bagi jamur untuk tumbuh.

Baca juga: Sebesar Apapun Pori-Pori Wajah Akan Menciut Dengan Cara Ini!

Panu mungkin bukan penyakit kulit berbahaya, tetapi kehadirannya mengganggu dan menurunkan rasa percaya diri. Pastikan kamu tahu cara menghilangkan panu serta tips mencegahnya agar penampilan dan kesehatan kulitmu selalu prima.

Ingin membantu orang lain mencegah atau menghilangkan panu? Neo Kosmetika Industri bisa menjadi solusi untuk membuat produk perawatan kulitmu sendiri. Gunakan jasa maklon kosmetik dan skincare profesional ini untuk membuat kemasan, desain brand, dan jenis serta bahan aktif produk yang sesuai dengan rencana bisnismu. Bantu orang lain atasi panu dengan produkmu sendiri, dan pilih Neo Kosmetika Industri sebagai solusinya.

Share this post:
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Telegram