Jangan Asal Nyemplung Bisnis Kosmetik, Cari Tahu CPKB Dulu!

Kosmetik dan skincare merupakan produk yang jika digunakan akan berdampak kepada penggunanya. Agar tidak ada efek negatif yang ditimbulkan dari produk skincare dan kosmetik yang digunakan, pemerintah mengatur dengan ketat para produsen kosmetik lewat berbagai sertifikasi. Selain registrasi BPOM dan sertifikasi halal MUI, ada satu sertifikasi lagi yang perlu Anda ketahui yakni CPKB. Apa itu CPKB dan mengapa sertifikasi ini penting?

Untuk mencari tahu lebih jauh apa itu CPKB, fungsi dan bagaimana cara pengurusannya, simak langsung informasi lengkapnya berikut ini!

Apa Itu CPKB?

CPKB sendiri merupakan singkatan dari ‘Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik‘. Pemerintah melalui Keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor: HK.00.05.4.3870 menjelaskan secara terperinci mengenai bagaimana cara pembuatan produk kosmetik yang baik. Secara umum sertifikasi ini bertujuan untuk melindungi masyarakat Indonesia dari kosmetik atau skincare yang mengandung bahan-bahan berbahaya.

Dalam surat keputusan tersebut juga dijelaskan bahwa semua produsen kosmetik wajib melakukan proses produksi sesuai dengan pedoman. Semua produsen yang mengimplementasikan CPKB akan memperoleh sertifikat berdasarkan sediaan yang dibuat.

Ada setidaknya 13 aspek pokok yang perlu diubah dalam CPKB. Aspek-aspek tersebut antara lain adalah:

  1. Sanitasi dan kebersihan
  2. Bangunan dan fasilitas
  3. Sistem manajemen
  4. Personalia
  5. Peralatan yang digunakan dalam produksi
  6. Proses produksi
  7. Penangan keluhan dari pelanggan
  8. Kontrak produksi dan pengujian
  9. Pengawasan mutu
  10. Dokumentasi
  11. Audit internal
  12. Penyimpanan 
  13. Penarikan produk 

Syarat CPKB untuk industri kosmetik dibagi ke dalam 2 kategori yakni golongan A dan B. CPKB perusahaan kosmetik golongan A syaratnya adalah punya apoteker sebagai penanggung jawab, memiliki fasilitas produksi sesuai dengan produk yang dibuat, memiliki fasilitas laboratorum dan wajib mengimplementasikan semua aspek dalam CPKB.

Sementara itu, industri kosmetik golongan B wajib setidaknya memiliki tenaga teknis kefarmasian yang bertugas sebagai penanggung jawab. Selain itu, industri tersebut juga wajib punya fasilitas produksi dengan teknologi sederhana (sesuai produk yang dihasilkan), tidak dibenarkan membuat sediaan yang ditujukan untuk bayi, anti ketombe, tabir surya serta yang berbahan antiseptik.

Industri kosmetik golongan B juga harus menerapkan kebersihan dan sanitasi yang baik sesuai dengan standar yang ditetapkan dan juga memiliki dokumentasi.

Fungsi Sertifikasi CPKB

Sertifikasi CPKB secara umum memiliki fungsi antara lain:

  • Melindungi masyarakat dari kerugian akibat penggunaan kosmetik yang tidak memenuhi standar persyaratan mutu, manfaat dan keamanan
  • Dengan standar yang baik, produk kosmetik maupun skincare dari dalam negeri diharapkan bisa bersaing di tingkat internasional, khususnya AFTA
  • Sebagai langkah untuk menjamin mutu, keamanan serta manfaat bagi para penggunanya.

Jadi, pedoman CPKB pada dasarnya tidak hanya dibuat demi kepentingan konsumen saja, melainkan untuk para produsen juga. Dengan produk yang berkualitas dan terstandarisasi, akan lebih mudah bagi produsen kosmetik dalam negeri untuk menjual produknya ke luar negeri (ekspor).

Cara Mendapatkan Sertifikasi CPKB

Setelah mengetahui apa itu CPKB dan fungsinya bagi industri kosmetik, hal berikutnya yang perlu kamu ketahui adalah bagaimana cara mendapatkan sertifikasi CPKB. Simak langkah-langkahnya berikut ini!

Mengikuti Pelatihan Implementasi

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah dengan mengikuti pelatihan CPKB. Pelatihan ini biasanya dilakukan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Dalam pelatihan kamu akan mendapatkan berbagai informasi mengenai 13 aspek yang perlu diubah agar sesuai dengan standar dan mendapatkan sertifikasi CPKB.

Melaksanakan Audit Awal

Setelah proses sertifikasi, audit awal dilakukan untuk mengetahui aspek apa saja yang masih kurang dalam penerapan standar CPKB oleh produsen kosmetikmu. Dalam proses ini, tim audit akan melakukan konsultasi dan penilaian. 

Jika ada aspek yang masih perlu diperbaiki atau kurang, maka kamu akan diberi rekomendasi tentang bagaimana cara memperbaikinya. Dengan begitu, prosedur produksi bisa berjalan kembali sesuai standar CPKB.

Memenuhi Laporan Audit Awal

Setelah laporan audit awal kamu terima, kamu perlu membuat sejumlah strategi untuk memenuhi berbagai faktor yang ditetapkan agar standar CPKB dapat dipenuhi. Umumnya ada 3 faktor utama yang perlu diperbaiki yakni dengan cara memperbaiki sistem yang ada, memperbaiki fasilitas produksi serta meningkatkan keterampilan pekerja.

Mengajukan Permohonan Pembuatan Sertifikasi

Setelah semua aspek yang kurang diperbaiki dan perusahaanmu sudah membuktikan kemampuan dalam memenuhi standar dan konsistensi, kamu bisa melakukan pengajuan permohonan sertifikasi CPKB ke BPOM.

Caranya adalah dengan membuat surat permohonan dengan menyertakan semua dokumen yang diperlukan ke pihak BPOM. Setelah berkas diterima, selanjutnya pihak BPOM akan melakukan audit untuk melakukan penilaian apakah perusahaanmu sudah memenui standar CPKB atau belum.

Setelah mengetahui apa itu CPKB, sekarang kamu tentu makin paham mengenai cara membuat kosmetik, bukan? Membangun bisnis kosmetik memang tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Dalam prosesnya, ada banyak hal yang perlu kamu persiapkan. Salah satunya adalah menyesuaikan produk dengan standar yang diberlakukan oleh pemerintah.

Untuk kamu yang masih baru di bidang ini, kamu tidak perlu khawatir. PT. Neo Kosmetika Industri sebagai penyedia layanan jasa maklon kosmetik dan skincare terbaik telah memiliki sertifikat CPKB sebagai produsen kosmetik dan skincare. Dengan begitu, semua produk yang kamu buat dengan bantuan kam sudah dijamin standar dan mutunya. Kami juga siap membantu kamu mengurus registrasi BPOM dan sertifikasi halal MUI sehingga produkmu siap edar ke pasaran.

Mau berkonsultasi terlebih dahulu? Silakan kirimkan inquiry kebutuhan produk kamu lewat link ini. Jadi, tunggu apalagi? Mulai impianmu sekarang juga menjadi pebisnis kosmetik sukses bersama PT. Neo Kosmetika Industri.

Share this post:
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Telegram